04 February 2009

maaf

Mohon maaf kepada teman-teman sekalian, karena blog ini tak pernah lagi di update, soalnya sekarang lagi sibuk banget. Mudah-mudahan nanti ada waktu untuk menulis sepatah kata dalam blog ini lagi. salam kangen...

wassalam.

04 October 2008

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

MAAF LAHIR DAN BATIN

29 August 2008

Marhaban ya Ramadhan...


Buat teman-teman semua, selamat menyambut bulan Ramadhan yang telah dinanti-nanti.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Mudah-mudahan Allah selalu beserta kita semua, dan diberi kenikmatan dalam menjalankan ibadah puasa. Amin...

11 August 2008

Supir Taksi Mengambil kesempatan dalam kesempitan


Kemarin, tepatnya hari minggu, 10 Agustus 2008, gw sakit. Harus segera ke rumah sakit. Kami memilih JMC, sebab rumah sakit itu yang terdekat dari tempat kami tinggal. Dengan sisa tenaga yang ada gw jalan ke luar untuk mengambil taksi, dengan dituntun suami gw. Akhirnya setelah tiga menit menunggu, kami menyetop taksi, anggaplah taksi X. Wajah gw pucat banget, tangan gw dingin, dan kaki gw terasa beku. Subhanallah, gw nggak tahu apa yang terjadi sama gw. Terkadang sakit itu muncul dan terasa memeras-meras perut gw. Taksi meluncur cepat menuju JMC. Dalam perjalanan, suami gw hanya dapat menggenggam tangan gw. Matanya memancarkan kecemasan dan bingung harus berbuat apa mengurangi rasa sakit gw. Di depan sudah mucul tulisan JMC, taksi meluncur cepat banget, gw pikir si supir bakal dengan cepat sampai di gerbang rumah sakit, eh tahu-tahunya… tulisan JMC semakin jauh, Gw bingung, dan menegur supirnya kalau JMC dah lewat. Suami gw, langsung menyuruh si supir mundur. Si supir diam aja waktu ditanya dia sebenarnya tahu nggak sih rumah sakit JMC itu. Akhirnya tibalah kami di depan pintu masuk JMC, suami gw mengeluarkan uang selembar lima puluh ribu rupiah, argo taksi menunjukkan pembayaran dua belas ribu rupiah. Walhasil, si supir kagak punya duit kembalian, kami bingung, sementara perut gw dah sakit banget. Gw, masih nunggu di dalam taksi, sementara gw minta suami gw nukar duitnya sama satpam rumah sakit. Gw, bilang tuh sama si supir taksi kalau narik, harus selalu sedia duit kembalian, sambil merintih kesakitan. Tapi, si supir diam aja. Dari jauh gw lihat sinyal dari pak satpam kalau dia juga kagak punya duit kecil, gw, bingung banget. Dalam kepala gw, mungkin di dalam kasir rumah sakit, bisa nuker duit lima puluh ribu itu, jadi gw berniat meminta si supir menunggu sebentar. Setelah itu, suami gw dan si satpam menghampiri gw, berniat membantu gw ke laur dari taksi. Setelah itu, dengan wajah bingung bercampur cemas, suami gw menggerutu sama si supir, gw bilang aja cepat ma si supir, kalau pak supir mesti nunggu dulu, ntar kami tukar duit di dalam, eh…tiba-tiba saja, si supir taksi dengan cepat mengeluarkan duit sebesar tiga puluh lima ribu rupiah. Kami, kaget aja gitu, ternyata si supir punya duit kembalian, tapi kok bilangnya nggak ada duit kembalian, malah banyak banget lagi duit kecil ke luar dari kantongnya. Suami gw marah banget, ternyata punya duit kecil!!! Brengsek banget tuh si supir. Tapi, dah nggak bisa lagi ngurus si supir sialan itu, yang penting sekarang gw mesti ditangani cepat sama dokter. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di rumah sakit.

Kejadian itu membuat gw dan suami gw sadar kembali, kalau harus tetap tenang dalam menghadapi segala situasi. Jadi, si supir memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Dia pikir kita mau ngasih aja gitu duit lima puluh ribu gitu aja! Gila apa! Pura-pura kagak ada kembaliannya lagi! Untung aja, kami bersikeras buat cari duit kecil. Alhamdulillah, Tuhan masih melindungi kami dari orang-orang yang berniat jahat pada kami. Terima kasih Tuhan. Mudah-mudahan si supir taksi itu diterangi hatinya oleh Tuhan. Amin.

01 August 2008

Catatan usai membaca

Oleh: Alifiah

Judul: Life of Pi (terjemahan)
Pengarang: Yann Matel
Tebal buku: 446 halaman

Novel ini menceritakan tentang perjuangan hidup seorang anak India bernama Piscine Molitor Patel selama 227 hari di Samudra Pasifik setelah kapal barang, Tsimtsum, yang ditumpanginya bersama keluarganya tenggelam pada tanggal 2 Juli 1977. Ia adalah satu-satunya manusia yang selamat dari tragedi tersebut. Seluruh keluarganya dan awak kapal mati tenggelam di samudra pasifik.

Pi Patel, bertahan hidup di sebuah sekoci bersama Hyena, orang utan betina bernama Orange Juice, zebra yang mengalami patah kaki, dan seekor harimau bernama Richard Parker. Tidak mudah bagi seorang manusia hidup di sebuah sekoci bersama hewan-hewan liar, tetapi bagi Pi Patel, ini merupakan sebuah tantangan baginya untuk dapat bertahan hidup.

Satu-satu hewan-hewan yang ada di sekoci tersebut mati, sebab saling menyerang. Yang kuat, dialah yang menang. Begitulah kehidupan di dalam sekoci tersebut. Layaknya kehidupan di sebuah hutan. Mula-mula si zebra malang yang menderita patah kaki, mati akibat diserang hyena. Rasa lapar membuat Hyena tersebut menyerang bintang yang paling lemah. Lalu, sebab pertempuran, Orange Juice pun mati di serang Hyena itu. Kejadian-kejadian tersebut membuat Pi Patel selalu diliputi oleh ketakutan, kapan gilirannya tiba diserang oleh Hyena yang lapar dan buas itu. Satu-satunya yang membuatnya menghilangkan sedikit ketakutannya pada Hyena adalah binatang-binatang yang telah mati diserang oleh Hyena itu masih menyisakan dagingnya untuk dimakan oleh Hyena dalam beberapa hari.

Tak disangka, beberapa hari setelah terapung-apung di samudra pasifik, seekor harimau muncul dari bawah sekoci yang tertutup oleh terpal. Rupanya, Richard Parker mengalami mabuk laut, sehingga selama ini ia berusaha memulihkan dirinya. Begitulah menurut pengamatan Pi Patel yang kaget setengah mati setelah melihat Richard Parker muncul dengan tubuhnya yang besar dan mukanya yang garang. Pertemuan Richard Parker dengan Hyena di sekoci tersebut menimbulkan pertarungan yang singkat antara mereka. Richard Parker memenangkan pertarungan itu dengan mudah. Sejak saat itu, dimulailah perjuangan hidup seorang Pi Patel dengan seekor harimau yang beratnya mencapai 225 kg.

Pi Patel harus menyusun strategi bertahan hidup. Bertahan hidup dari kelaparan dan bertahan hidup dari Richard Parker, sebab sewaktu-waktu bisa saja ia menjadi santapan berikutnya.

Penemuan Loker yang berada di sekoci itu membuat Pi Patel girang bukan main. Rasa laparlah yang membuatnya memberanikan diri mencari-cari tempat penyimpanan makanan walau tempat tersebut sangat dekat dengan area Richard Parker. Setidaknya ia dapat bertahan hidup selama 93 hari untuk makanan dan 124 hari untuk minuman. Maka, satu masalah telah terselesaikan untuk beberapa hari ke depan. Kini masalah selanjutnya adalah Richard Parker. Tak ada cara lain, selain mencarikannya makanan agar bukan ia yang menjadi santapan. Berbekal buku petunjuk bagi korban kapal karam yang terdapat di loker, Pi Patel pun mulai memancing ikan untuk Richard Parker.

Setelah tujuh bulan lebih terapung-apung di laut luas tak berujung, akhirnya sekoci itu menemukan tambatannya. Sekoci itu berhenti di Pantai Meksiko. Richard Parker begitu melihat daratan, langsung berenang, berlari tanpa menoleh lagi, meninggalkan Pi Patel yang masih berada di sekoci, entah ke mana. Pi Patel menangisi kepergian kawan seperjuangannya itu dan ia pun tak sadarkan diri di atas pasir pantai yang sangat ia rindukan.

Catatan tambahan:

Dalam buku Life of Pi ini, sebenarnya banyak sekali yang bisa dibahas misalnya tentang agama, pengetahuan pelayaran, pengetahuan tentang binatang, tentang cara menangkap kura-kura misalnya, atau tentang kehidupan beragama. So, satu buku berisi banyak sekali pengetahuan tambahan.

Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa Pi Patel ini penganut tiga agama, Hindu, Kristen, dan Islam. Sebab dia sangat percaya bahwa semua agama itu baik dan tujuannya adalah sama yaitu mengasihi Tuhan. Maka ia pun menganut ketiga agama tersebut dengan serius.